Assalamu'alaykum,
kali ini kita ingin curhat tentang kondisi kami para ikhwan,
kami akan berusaha, tapi jangan terlalu menuntut kami, karena kami bukan malaikat..
Ada kalanya Istri tenggelam dalam khayalan dan berlebihan dalam menuntut
kesempurnaan dalam diri suaminya. Dia menyangka suaminya adalah Surga
Firdaus yang di dalamnya tidak ada hiruk-pikuk, penderitaan, dan
kesengsaraan. Dia membayangkan suami harus menjadi seperti ini tanpa
aneka kesulitan, halangan, ataupun masalah.
Apabila itu terbentur dengan kenyataan beserta segala tanggung jawab,
pengambilan keputusan, kelahiran anak, penanganan masalah, dia tidak
bisa menanganinya dan menyangka dirinya telah salah memilih pasangan
hidup. Bisa jadi dia menuntut cerai untuk melepaskan diri dari apa yang
dianggapnya sebagai belenggu itu.
Hal ini ada kalanya terjadi. Beberapa faktor penyebabnya antara lain
kelemahan pendidikan, berlebihan dalam mencari hiburan dan kesenangan
sewaktu masih remaja, dan ketidaktahuan tentang kondisi kenyataan hidup
berumah tangga. Salah satu faktor penyebab terbesarnya adalah informasi
yang diperoleh dari novel-novel fiktif, sinetron, dan bioskop yang
menggambarkan kehidupan rumah tangga yang sepi dari segala masalah.
naaahh, ketika si istri memasuki kehidupan rumah tangga, dia mungkin
terkejut menghadapi kenyataan yang ada. Tiba-tiba saja dia dihadapkan
dengan hal-hal yang belum pernah terbesit dalam benaknya sebelumnya.
Maka, istri yang cerdas harus berpandangan moderat. Janganlah dia
terbawa oleh mimpi-mimpi; janganlah da berkelana di lembah-lembah
imajinasi (keren banget sih bahasanya syaikhh,, :)); janganlah pula dia
berlebihan dalam menuntut kesempurnaan. Sebab, kehidupan berumah tangga
bukanlah adegan yang menampilkan suatu momentum saja dari masa ke masa;
bukan pula cerita yang penulisnya pergi jauh bersama imajinasinya.
Ada syair berbunyi demikian,
Suatu hari bisa membuat kita susah, suatu hari membuat kita senang.
Suatu hari membuat kita jadi anak ayam, suatu hari menjadikan kita elang."
Ini bukan berarti kehidupan rumah tangga adalah sangkar yang gelap loh
ya, ataupun api neraka yang panasnya tidak tertahankan. Namun, kehidupan
rumah tangga tidak lain adalah saling tolong menolong, saling
menyayangilah, dan menghindari kesalahan. Beragam masalah dan gangguan
yang menderanya tidak sampai melenyapkan kebahagiaannya, bahkan ada
kalanya justeru menjadi bumbu serta rahasia kebahagiaannya.. eeeaaaa
Maka, pemikulan tanggung jawab serta pengemban beban dan konsekuensi
adalah salah satu faktor terbesar penyebab kebahagiaan. Pasalnya, orang
yang paling banyak nyenyak tidurnya adalah orang yang paling lelah,
orang yang paling lelah adalah orang yang paling nyenyak tidurnya.
Kucari nyaman yang paling besar
dan kulihat, ia hanya bisa diperoleh dengan jembatan penat
Bahkan, banyak menganggur itu justeru salah satu hal yang paling
mengandaskan cita-citanya dan mengakibatkan kesedihan serta kegalauan.
Wallahu a'lam
Jangan jadi pengangguran, apalagi pengangguran dakwah
bergeraklah!!!!

0 comments:
Post a Comment