Monday, April 20, 2015

ya Beginilah Suamimu, :)

Assalamu'alaykum, 
kali ini kita ingin curhat tentang kondisi kami para ikhwan,
kami akan berusaha, tapi jangan terlalu menuntut kami, karena kami bukan malaikat.. 

Ada kalanya Istri tenggelam dalam khayalan dan berlebihan dalam menuntut kesempurnaan dalam diri suaminya. Dia menyangka suaminya adalah Surga Firdaus yang di dalamnya tidak ada hiruk-pikuk, penderitaan, dan kesengsaraan. Dia membayangkan suami harus menjadi seperti ini tanpa aneka kesulitan, halangan, ataupun masalah.
Apabila itu terbentur dengan kenyataan beserta segala tanggung jawab, pengambilan keputusan, kelahiran anak, penanganan masalah, dia tidak bisa menanganinya dan menyangka dirinya telah salah memilih pasangan hidup. Bisa jadi dia menuntut cerai untuk melepaskan diri dari apa yang dianggapnya sebagai belenggu itu.

Hal ini ada kalanya terjadi. Beberapa faktor penyebabnya antara lain kelemahan pendidikan, berlebihan dalam mencari hiburan dan kesenangan sewaktu masih remaja, dan ketidaktahuan tentang kondisi kenyataan hidup berumah tangga. Salah satu faktor penyebab terbesarnya adalah informasi yang diperoleh dari novel-novel fiktif, sinetron, dan bioskop yang menggambarkan kehidupan rumah tangga yang sepi dari segala masalah.
naaahh, ketika si istri memasuki kehidupan rumah tangga, dia mungkin terkejut menghadapi kenyataan yang ada. Tiba-tiba saja dia dihadapkan dengan hal-hal yang belum pernah terbesit dalam benaknya sebelumnya. Maka, istri yang cerdas harus berpandangan moderat. Janganlah dia terbawa oleh mimpi-mimpi; janganlah da berkelana di lembah-lembah imajinasi (keren banget sih bahasanya syaikhh,, :)); janganlah pula dia berlebihan dalam menuntut kesempurnaan. Sebab, kehidupan berumah tangga bukanlah adegan yang menampilkan suatu momentum saja dari masa ke masa; bukan pula cerita yang penulisnya pergi jauh bersama imajinasinya.

Kehidupan rumah tangga tidak lain adalah kenyataan yang bisa diinginkan kegembiraan serta aneka rasa sakit dan aneka harapan. Ada pula aneka kegimbaran serta aneka kesedihan, persis seperti kehidupan seluruhnya. Jadi, yang pantas dilakukan hanyalah menghadapi dan berinteraksi dengannya dengan sebaik-baiknya.  

Ada syair berbunyi demikian, 
           Suatu hari bisa membuat kita susah, suatu hari membuat kita senang. 
           Suatu hari membuat kita jadi anak ayam, suatu hari menjadikan kita elang."
Ini bukan berarti kehidupan rumah tangga adalah sangkar yang gelap loh ya, ataupun api neraka yang panasnya tidak tertahankan. Namun, kehidupan rumah tangga tidak lain adalah saling tolong menolong, saling menyayangilah, dan menghindari kesalahan. Beragam masalah dan gangguan yang menderanya tidak sampai melenyapkan kebahagiaannya, bahkan ada kalanya justeru menjadi bumbu serta rahasia kebahagiaannya.. eeeaaaa

Maka, pemikulan tanggung jawab serta pengemban beban dan konsekuensi adalah salah satu faktor terbesar penyebab kebahagiaan. Pasalnya, orang yang paling banyak nyenyak tidurnya adalah orang yang paling lelah, orang yang paling lelah adalah orang yang paling nyenyak tidurnya.
                 Kucari nyaman yang paling besar
                 dan kulihat, ia hanya bisa diperoleh dengan jembatan penat
Bahkan, banyak menganggur itu justeru salah satu hal yang paling mengandaskan cita-citanya dan mengakibatkan kesedihan serta kegalauan. Wallahu a'lam
Jangan jadi pengangguran, apalagi pengangguran dakwah
bergeraklah!!!! 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : ya Beginilah Suamimu, :)

0 comments:

Post a Comment