Corak kehidupan bisa berubah-ubah dari zaman ke zaman, juga dari satu daerah ke daerah lain. Di zaman dahulu, rumah-rumah begitu kecil dan sempit. Begitu pula halnya zaman sekarang di sejumlah daerah.
Karena itulah, para orang tua dan anak-anak mereka serta menantu-menantu mereka menempati satu rumah saja meskipun kecil dan sempit. Itu dikarenakan kurangnya kemandirian mereka dan mereka telah terbiasa demikian.
Pada masa kini corak kehidupan telah berubah di kebanyakan negeri sehingga rumah-rumah menjadi tidak cukup bagi keluarga besar, mengingat menigkatnya jumlah penduduk dan kesukaan mereka untuk berlapang-lapang dalam hidup mereka. Karena itulah, mungkin kita masih jumpai orang-orang dahulu apabila laki-laki menikah, dia tetap tinggal bersama keluarganya.
Adapun di zaman sekarang, banyak lelaki yang apabila menikah, dia berpikir dan berupaya keras untuk tinggal di rumah terpisah. Sebab, kediaman keluarganya bisa jadi terlalu kecil; barangkali sudah penuh dengan anggota keluarganya sehingga si suami tidak mau menambah sempit kedua orang tuanya atau anggota keluarganya setelah ia menikah.
Ini bisa menjadi niat yang baik. Sangat menghargai istri, karena si istri sejatinya adalah wanita asing. Dia sangat tertanggu jika harus memakai jilbab terus menerus di rumah, khawatir kalau-kalau salah seorang kakak atau adik suaminya memergokinya tanpa hijab. Adalah sangat sulit menutup diri dari sanak kerabat suaminya di bawah satu atap.
Di samping itu, permasalahan baru akan muncul ketika pasangan ini dikaruniai anak anak. Pasalnya, biasa jadi anak-anak ini bisa membuat kegaduhan di kediaman orang tua si suami. meskipun sangat jarang seorang kakek atau nenek memarahi seorang cucu, yang ada di kebanyakan golongan mereka (kakek nenek.red) adalah sekutu bagi cucu. hehe
Intinya, suami yang baik akan memperhatikan hal ini, yakni menghargai peran awal perempuan sebagai seorang istri yang ingin menjadi ratu di rumahnya. Hal ini hanya bisa dilakukan olehnya di kediaman mereka berdua. Oleh karena itu, komunikasikan baik-baik dengan istri anda, bagaimana keputusan terbaik mengenai hal satu ini.

0 comments:
Post a Comment