Thursday, April 23, 2015

Cemburu adalah Cinta

Assalamu'alaikum warohmatullah, kini Dr. Muhammad bin Ibrahim kembali mengingatkan kita tentang Cemburu. mari kita simak paparan beliau,


Cemburu adalah emosi yang luhur, dan merupakan bagian dari emosi cinta sejati, sehingga mendorong suami untuk menjaga istrinya dan mengimbau istri untuk memelihara suaminya. cemburu adalah salah satu ciri-ciri lelaki yang mulia. Tidak ada satu kondisi pun yang membolehkan rasa cemburu itu melemah pada diri seorang suami. Walaupun dia tidak mencintai istrinya, dia harus cemburu terhadapnya selama si istri masih dalam tanggung jawabnya. Rasa cemburu juga membuat pasangan suami istri merasakan cinta dan memotivasi mereka berdua untuk menyegarkannya, mengembangkannya, serta merawatnya. 

Sehingga sangat menghawatirkan jika seorang laki-laki sampai kehilangan rasa cemburunya. Kurangnya rasa cemburu juga termasuk perbuatan yang berkiblat pada barat dan ikut-ikutan tradisi mereka atas nama kebebasan dan keindahan. Padahal, tiada keindahan selain keutamaan dan tiada kebebasan selain bagi orang yang memiliki harga diri. 

Menggampang-gampangkan urusan ini merupakan keburukan dan tidak memuliakan perempuan sama sekali. Perilaku permisif ini mengakibatkan kesengsaraan, kejahatan, dan kerusakan yang luas. Masyarakat pastinya berada dalam kondisi beragam dalam lingkungan, tetapi pasti mereka tidak akan senang dengan perilaku pasangan suami istri yang buruk. 

Terkait cemburu ini, sampi-sampai sang Amirul mukmininnya hadits, Imam al Bukhari Rahimahullah, dalam Shahishnya menyusun bab berjudul Bab "al-Ghirah" (Kecemburuan). Dia berkata, "Warrad berkata dari al Mughirah, Sa'ad bin Ubadah berkata, 'Seandainya aku melihat seorang laki-laki bersama istriku, niscaya kupukul dia dengan pedang, bukang dengan bagian lebarnya.'
        Lantas Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian heran terhadap kecemburuan Sa'ad? Aku benar-benar lebih pecemburu daripada dia, dan Allah lebih pecemburu daripada aku'"

Ibnu Haja Rahimahullah berkata dalam menjelaskan bab ini, "Bab al Ghirah, menurut Iyyadh dan selainnya, kata itu berakal dari taghayyur (perubahan hati), yakni berkobarnya amarah seseorang lantaran ikut bergabungnya orang lain dalam hal yang khusus bagi dirinya sendiri, dalam hal ini yang terparah adalah pada pasangan suami istri."

Kesimpulannya, suami boleh dan harus merasa cemburu kepada istri, namun tidak boleh berlebihan dalam cemburu tanpa alasan karena batasnya anyak sekali dan kerap berujung pada keraguan dan prasangka buruk. Kecemburuan yang terpuji adalah cemburu yang pada tempatnya dan dalam batasan pertengahan.

Nabi kita yang mulia, Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah berpesan kepada kita, "Ada kecemburuan yang disukai Allah dan ada yang dibenci ALlah. Yang disukai Allah aadalah kecemburuan terhadap istri yang meragukan, sedangkan kecemburuan yang dibenci Allah adalah kecemburuan terhadap istri yang tidak meragukan.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cemburu adalah Cinta

0 comments:

Post a Comment