Sunday, March 1, 2015

Proposal



Bismillahirrahmanirrahim...
Semoga keridhoan Allah swt senantiasa mengiringi langkah kita….Amin

BIODATA

DATA PRIBADI

Nama lengkap                             : Abdullah
Nama panggilan                          : Abdul
Tempat dan tgl lahir                    : Purbolinggo, 20 Agustus 199x
Suku                                            : Jawa
Pekerjaan                                     : PNS (insyaallah)
Status pernikahan                        : Belum menikah
Email                                           : abdullah@bps.go.xx
Handphone                                 : 0815-4147-xxxx
Alamat rumah                             : RT 021, RW 011, desa Taman Negeri, Kec. Way Bungur, Kab. Bumi Allah


RIWAYAT PENDIDIKAN

TK                                           : TK PKK Tegal Ombo 
SDN                                        : SDN 2 Taman Negeri
SMPN                                     : SMPN 1 Way Bungur
SMUN                                    : SMAN 1 Purbolinggo
Sarjana                                    : ST*S Jakarta
Magister                                  : IPB/ ITS/ Aussy (insyaallah)


PENGALAMAN KERJA
# Ngajar Les (sekitar 500.000 perbulan)



STRATEGI KELUARGA

seorang laki-laki (saya) harus dapat menentukan langkah-langkah strategis dalam pembinaan keluarga sejak dari tahap perencanaan, implementasi, dan monitoring. Pada masa perencanaan, seorang laki-laki, harus menentukan seorang pendamping yang memiliki kemampuan sebagai navigator dan pemberi saran dalam mengarungi kehidupan keluarga. Seorang istri adalah wanita shalihah yang memiliki wawasan dan keilmuan yang luas serta memiliki kesamaan visi dan misi hidup dengan suami. Karena dengan memiliki visi dan misi hidup yang sama akan lebih memudahkan seorang laki-laki membangun pondasi yang kuat dalam keluarga.
Laki-laki ibarat sebagai tiang beton yang kokoh, yang akan ditambahkan keindahannya oleh seorang wanita yang shalihah. Bangunan tak hanya harus sekedar kokoh, tetapi harus memiliki nilai estetika yang baik, sehingga kekuatannya yang ada diimbangi dengan keindahannya.
Setelah tahap perencanaan terealisasikan dalam tahap implementasi, sampailah seorang laki-laki ke depan pintu gerbang pernikahan barakah, yang semoga mendapatkan ridla Allah. Ya, memiliki anak. Anak adalah buah hati yang memunculkan kebahagiaan tiada tara yang tak dapat dilukiskan oleh benda seindah apa pun. Namun kebahagiaan akan berubah menjadi bencana, jika pengelolaan anak tidak berjalan sesuai syariat. Maka meneladani bagaimana cara Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam dalam mendidik keluarga dan etika bertetangga adalah hal yang sama sekali tidak boleh lepas dalam setiap perjalanannya.
Harus kita sadari kita hidup dalam masyarakat yang Jahiliyah. Dalam kondisi lingkungan jahiliyah pada saat ini, sangat diperlukan kekuatan iman yang dapat membentengi diri dari berbagai serangan kelam jahiliyah. Itulah benih pertama yang harus dibangun di dalam keluarga. Seorang suami bersama-sama dengan istri, membangun benih aqidah yang kokoh kepada seorang anak sejak dalam kandungan, buaian, hingga anak memasuki masa baligh. Namun tak sampai disitu, anak tetap harus mendapatkan bimbingan dan perhatian penuh orang tua sampai akhir hayatnya.
Memberi Contoh dan tauladan adalah cara paling efektif dalam penerapan akhlaq mulia keluarga. Oleh karena itu, seorang ayah dan seorang ibu, harus merupakan sosok manusia kamil yang hanif, dan memiliki akhlaq mulia serta bershakhshiyah islamiyah dengan pemahaman Islam yang cukup, sehingga proses pembentukan kepribadian anak, dimulai dengan contoh-contoh yang diberikan oleh orang tua.
Tak hanya dari sisi spiritual, anak pun harus diisi dengan kemampuan-kemampuan yang memacu daya fikir, sehingga menjadi sosok manusia yang terbentuk dalam pondasi aqliyah, ruhiyah, dan jasadiyah yang menjadi satu kesatuan. Aspek jasadiyah akan didukung dengan adanya pemeliharaan kesehatan yang baik.
Setelah proses implementasi tersebut, selalu diadakan evaluasi dengan melakukan komunikasi antara suami dan istri terhadap tarbiyah yang sedang dijalankan di tengah-tengah keluarga

KRITERIA CALON ISTRI

Rasulullah SAW bersabda : Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang telah mampu menanggung beban, hendaklah segera menikah. Sebab, sesungguhnya hal itu akan dapat menundukkan pandangan serta memelihara kemaluan.
Rasulullah SAW bersabda : Ada tiga orang yang berhak ditolong oleh Allah : seorang mujahid (yang sedang berperang) di jalan Allah, orang yang menikah karena ingin menjaga kehormatannya, makaatib (budak) yang bekerja demi memerdekakan dirinya.
Atas dasar inilah, maka saya terdorong untuk segera memilih seorang pasangan yang tepat. Adapun kriteria-kriteria yang akan saya sampaikan diantaranya :
·         Rasulullah SAW bersabda : Mengapa engkau tidak mengawini wanita yang masih gadis agar engkau bisa bermain-main dengannya dan ia pun dapat bermain-main denganmu?
·         Rasulullah SAW bersabda : Wanita itu dinikahi karena empat aspek, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, karena agamanya. Oleh karena itu, pilihlah wanita karena agamanya, niscaya engkau beruntung.
·         Memiliki pemahaman agama Islam yang baik atau minimal sedang berusaha untuk lebih baik.
·         Menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya tanpa melupakan kewajiban lainnya
·         Bersedia bersama saya untuk menjadikan anak-anak yang peduli dan cinta dengan Al Qur’an bahkan kelak menjadi Hafidz/ah.
·         Teguh pendirian, tidak mudah putus asa
·         Memiliki sifat penyayang, lemah lembut, menjadi penyemangat suami dan selalu bertutur kata yang baik.
·         Sabar dalam menjalani kehidupan.
·         Memiliki wawasan luas dalam ilmu-ilmu umum dan/atau ilmu-ilmu islam dan berpandangan terbuka terhadap perbedaan, selama perbedaan masih dalam koridor syar’i.
·         Menyejukkan pandangan mata (rapi, bersih, smart looking)


STRATEGI MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH 

1.      Membangun komunikasi yang baik antara suami dan istri
2.      Membangun komunikasi yang baik antara keluarga suami dengan keluarga istri
3.      Meningkatkan keilmuan masing-masing pihak
4.      Sepakat secara bersama-sama dalam memahami hak dan kewajiban masing-masing dalam keluarga
5.      Suami istri dapat memenuhi hak dan kewajibannya secara sempurna dengan dibangunnya sikap saling memberikan nasehat antara suami dan istri
6.      Menjadikan keluarga sebagai team work dalam mencapai tujuan dunia dan akhirat


KONDISI KELUARGA

Pernikahan berarti menyatukan dua keluarga dan memperluas silaturahim. Alangkah baiknya, jika saya dapat memaparkan kondisi keluarga saya. Keluarga saya adalah keluarga besar, dengan tujuh bersaudara. Bapak sudah meninggal ketika saya kelas lima SD. Saya merupakan anak ketujuh. Saya punya 6 orang kakak, empat perempuan dan dua laki-laki.Semuanya sudah menikah. dan bahkan mereka semua sudah dikarunia Anak yang jumlah totalnya untuk saat ini adalah 13. Ya ibu saya punya cucu berjumlah 13. Dan terbaru memiliki cicit 2. Sudah mempunyai cicit tapi anaknya yang terakhir baru akan menikah, hehe
Sedangkan untuk kondisi orang tua saya, orang tua saya tinggal ibu yang masih ada, sedang ayah sudah mendahului kami untuk menemui Rabb-nya yaitu ketika saya kelas 5 SD. ibu bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan bertani. untuk masalah menikahkan anaknya ibu adalah orang yang sangat terbuka, beliau mempercayakan pilihan kepada kami, asalkan calon pendamping adalah orang yang seiman (ISLAM) dan dapat dijadikan sebagai teman bagi anaknya ketika dirumah dan dapat menjaga diri ketika berpisah.
Untuk masalah pemahaman terhadap agama, keluarga saya bisa dikatakan ‘ammah, hanya sekedar melaksanakan ibadah rutinan (fardhu dan sunnah). Keluarga saya adalah keluarga NU yang terkadang masih melaksanakan ritual-ritual seperti kenduri, tahlil, dll, namun sangat menghargai ketika ada orang yang tidak sepaham. sedangkan untuk masalah dakwah dan pergerakan belum begitu paham, namun juga tidak menolak, bahkan sering kagum dengan anak-anak muda tapi sudah memiliki pemahaman agama yang baik dan mau untuk terjun ke lapangan.
Kondili lingkungan sekitar, seperti yang sudah saya tulis sebelumnya kalau lingkungan masih sangat minim pemahaman agamanya, beragama karena orang tua. Jadi nanti harap maklum kalau terkadang saya masih terlihat berjabat tangan dengan beberapa masyarakat ibu-ibu atau jika ada bapak-bapak usia 50an mengajak anti untuk berjabat tangan, kalau yang masih muda insya Allah saya sudah bisa menolak. Tapi tak usah khawatir, insya Allah untuk anti aman, bisa ana kondisikan.

HOBBY

Ø  Main game (cuman 1 sih, game bola saja)
Ø  Internetan
Ø  Membaca buku


PENUTUP

Sebagai penutup dari biodata ini, saya mengetahui, diri saya ini adalah hanya seseorang yang papa dan tak memiliki apa-apa. Seorang yang memiliki pemahaman islam yang sangat dangkal. Seseorang yang amalan yaumiah sangat sedikit. Orang yang memiliki banyak kekurangan. Namun, hal itulah yang memacu saya untuk mencari seorang pendamping yang tepat. Tak ada yang sempurna di dunia ini. Dengan berkeluarga, saya sangat menginginkan, pasangan saya sama-sama saling menutupi kekurangan yang dimiliki dirinya ketika kita sudah bersama kelak. Sehingga bersama-sama saling menyempurnakan menuju kesempurnaan yang tak mungkin tercapai, karena pemilik kesempurnaan hanyalah Allah SWT. Setidaknya, kesempurnaan yang saya maksud, adalah bentuk ideal dari sebuah keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, dan barokah dimana Allah menyukai dan ridla terhadap keluarga. Menjadikan keluarga adalah keluarga yang kokoh, yang bersama-sama mengharapkan rahmat Allah berupa surga. Yang sama-sama merindukan hidup di bawah bimbingan dan aturan Allah. Dan yang menjadikan dakwah sebagai porosnya, dan menjadikan ilmu bahan bakarnya, dan menjadikan rasa pengertian sebagai bentuknya. Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada hambaNya yang hina ini, dan semoga Allah SWT memberikan yang terbaik untuk hambaNya.


Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Proposal

0 comments:

Post a Comment