Thursday, March 12, 2015

Ketika Orang Tua Semakin Tua

Orang tua itu ketika menjadi semakin tua konon tingkahnya semakin seperti anak-anak. Sering mengulang-ulang apa yang ia bicarakan. Sering meminta perhatian dari yang lain, dan masih banyak lainnya. Sehingga apabila kita termasuk orang yang bodoh dalam hal agama maka akan menganggap mereka sebagai pengganggu dalam kehidupan rumah tangga. Akan tetapi syari'at telah menjadikan sesuatu ini menjadi sangat indah dan bahkan seharusnya menjadi harapan setiap orang.

Penegasan perintah untuk berbakti, menghormati, dan berbuat baik kepada orang tua semakin bertambah ketika keduanya mencapai usia lanjut dan tua renta. Karena pada kondisi ini merupakan kondisi yang menuntut adanya sikap baik yang lebih besar karena mereka kian lemah.
Karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“... jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “uff” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’” (Al-Isra’: 23 – 24)

Diriwayatkan juga oleh Abu Hurairah Rodhiallahuanhu, Nabi Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam suatu ketika naik ke mimbar. Beliau bersabda, “Amin, amin.” Ditanyakanlah, “Ya Rasulullah, ketika naik mimbar, Anda mengatakan, ‘Amin, amin, amin’, Beliau menjawab, ‘Sungguh tadi Jibril datang kepadaku, dan berjumpa dengan bulan Ramadhan, sedangkan dosanya belum diampuni, lantas ia masuk neraka, semoga Allah menimpakan kecelakaan terhadapnya. Katakan, “Amin!”’ Maka, aku mengatakan, “Amin.” “Barang siapa menjumpai kedua orang tuanya atau salah satunya ketika lanjut usia, lantas ia tidak berbakti kepada keduanya, kemudian mati dan masuklah ke neraka, Semoga Allah melimpahkan kecelakaan kepadanya. Katakan, ‘Amin!’” Maka, aku mengatakan, ‘Amin.’Dan barang siapa yang dirimu disebut dihadapannya lantas ia tidak mengucapkan sholawat untukmu, kemudian ia mati dan masuk ke neraka, semoga Allah menimpakan kecelakaan terhadapnya! Katakan, ‘Amin.!’Maka aku mengatakan, ‘Amin.’”

Juga ada Hadits mengenai tiga orang yang berlindung di gua, bahwa salah seorang dari mereka berkata, “Ya Allah, dulu aku mempunyai dua orang tua yang sangat lanjut usia...” lantas laki-laki itu bertawasul dengan baktinya kepada orang tuanya saat keduanya berusia lanjut, lalu Allah pun mengabulkan do’anya dengan membukakan pintu gua.
Dalam Shahih Muslim diceritakan dari Abu Hurairah Rhodiallahuanhu dari Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam yang bersabda, “Sungguh nista, sungguh nista, sungguh nista.!”Ditanyakanlah, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Siapa yang mendapati kedua orang tuanya dalam usia lanjut baik salah satunya atau kedua-duanya, namun ia tidak masuk surga.”


Begitulah seharusnya kita, Nabi kita yang mulia mengajarkan bahwa bakti kita kepada orang tua kita adalah tak terbatas waktu, tidak ada kata stop dari kewajiban berbakti kepada kedua orang tua kita. Pernah disinggung bahwa orang tua merupakan salah satu cara kita untuk meraih surga-Nya. Semoga kita termasuk orang yang ringan dan diberi kesempatan oleh Allah untuk merawat orang tua kita juga membahagiakan mereka baik di dunia dengan bakti, dan ketika mereka telah tiada dengan banyak hal, berupa sedekah, mendo’akannya, memohonkan ampun, dan mengerjakan hal-hal baik yang sempat diajarkan oleh keduanya. Wallahu A’lam 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Ketika Orang Tua Semakin Tua

0 comments:

Post a Comment