Wednesday, March 4, 2015

Andakah Qowam (Pemimpin) Yang Dinanti Itu?

Bismillah...

"SUAMI SETEGAR PILAR"


Ini benar-benar kunci keutuhan rumah tangga. Jika suami Istri memegang kuat-kuat konsep An Nisa`:34, maka itulah jaminan berlayarnya bahtera tanpa masalah berarti walau ombak bisa menggulung setinggi gunung. Tetapi jika sebaliknya, yang terjadi adalah ketidaknyamanan yang terus menghantui sejak di pelabuhan pertama. Hingga sampan dikayuh. Apalagi ketika langit mulai gelap.

Ayat ini sudah dilupakan oleh banyak keluarga muslim. Sehingga para suami kehilangan kendali kepemimpinan dan kelayakannya sebagai pendidik. Pelan tapi pasti, kewibawaan suami menghilang hampir-hampir sirna. Tak ada lagi sorot mata berwibawa penuh makna yang tak perlu mengeluarkan instruksi tetapi telah dipahami istri dan dilaknsanakan.

Sementara itu, istri mulai mendesak masuk ke wilayah laki-laki. Kekeran dan keperkasaan mulai terlihat jelas. Lama-lama, istri tak lagi memerlukan suami. Karena ia bisa melakukan semuanya, tanpa suami. Suami hanya sesosok wayang tak bergerak. Hanya ketika diperlukan, suami dirasakan kehadirannya. Tetapi, seringkali suami hanya pelengkap, mungkin penderita. Tak ada lagi kekaguman, keterkaitan, kewibawaan suami di hati istri.

Jika seperti itu keadaan kebanyakan keluarga hari ini, bukankah sangat wajar ketika rumah tangga retak dan kemudian rata dengan tanah.

Maka, ayat ini perlu digali sedalam-dalamnya. Baik bagi yang sedang menimbang calon, ataupun yang mulai melangkah. Hingga bagi orangtua yang sedang memilih menantu, sampai mereka yang tengah sibuk mendidik anak laki-laki mereka.

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (Q.S An Nisa`:34)

Ayat ini menggabungkan banyak kata penguat yang menegaskan dengan setegas-tegasnya bahwa laki-laki harus benar-benar memiliki sifat KEPEMIMPINAN dan PENDIDIK sejati.

Dua Hal yang Wajib Ada pada Laki-laki

1. KELEBIHAN: Memang tak ada lelaki sempurna yang memiliki kelebihan di semua hal. Tapi setidaknya, kelebihan di dalam hal-hal yang menopang kepemimpinan dan perannya sebagai pendidik, harus dimilikinya. Menurut Al Biqo`i "Yaitu kelebihan pada AKAL, KEKUATAN, dan KEBERANIAN.

2. NAFKAH.

Ayat di atas, elbih menyoroti nafkah lahir yaitu harta. Karena selama seorang laki-laki sehat, nafkah bathin tak perlu dibahas panjang lebar. Tetapi ada laki-laki yang siap menafkahi bathin, ternyata terlalu menyederhanakan nafkah lahir. Kehilangan tugas memberi nafkah harta bagi keluarga, artinya kehilangan kepemimpinan.

Maka, dua point ini disebutkan sebagai kemampuan kasbi (diusahakan dan bukan bawaan).

Dengan demikian, seorang laki-laki harus menjaga anugerah bawaan (fitrah) nya sebagai laki-laki. Dan laki-laki pun harus berupaya sekuat tenaga untuk mendatangkan nafkah bagi keluarganya.

Untuk kewajiban memberikan nafkah harta, sebatas kemampuan maksimalnya. Tidak mesti harus banyak. Yang paling penting adalah tanggung jawab penuh seorang laki-laki dalam mencari nafkah.

ANDAKAH QOWAM (PEMIMPIN) YANG DINANTI ITU?

**Serial PArenting Nabawiyah**

sumber : salingsapa.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Andakah Qowam (Pemimpin) Yang Dinanti Itu?

0 comments:

Post a Comment