Monday, February 16, 2015

Menunda Penikahan tanpa Alasan, kenapa sih.?

Sebenernya tulisan ini mirip dengan tulisan sebelumnya, yakni keengganan untuk menikah. Adakalanya ia orang yang menyukai pernikahan, akan tetapi ia menunda-nunda tanpa alasan.

Itu adalah kesalahan yang banyak kerugiannya. Akibat penundaan itu, menganggurlah potensi-potensi pernikahan sampai memasuki umur tua "Usia Terlambat" sehingga menyia-nyiakan umur umur musim seminya. dimana ketika masuk usia musim semi tersebut, buah yang dihasilkan sangat baik bagi umat, selanjutnya menyia-nyiakan akhlak, kehormatan, dan harta benda.

Apabila wabah itu merajalela dan tindakan ikut-ikutan itu pun intensif, umat akan musnah.

Salah satu bentuk kerusakan yang menjadi konsekuensi dari menunda pernikahan adalah banyaknya manusia yang kemudian mengidap penyakit kronis yang membuatnya tidak mampu menikah. siapakah yang mau menerimanya? Siapakah yang mau merawatnya? Apalagi jika kedua orang tuanya sudah lanjut atau sudah tiada dan tidak ada yang mengurusnya lagi.

Selain tiu, harapan mendapat pahala yang terus menerus setelah ia pergi meninggalkan dunia ini akan sirna, dimana anak merupakan aset yang akan mendoakannya dan menyayanginya serta menyebut-nyebut sepeninggalannya. anak yang baik akan tumbuh dengan baik seringkali diawali dengan pernikahan di musim seminya sebagaimana dijelaskan di awal. 

Maka, orang yang memiliki berbagai sarana untuk menikah harus segera menikah agar tidak ketinggalan untuk memetik buah-buahannya yang bagus. 

Wallahu a'lam.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Menunda Penikahan tanpa Alasan, kenapa sih.?

0 comments:

Post a Comment