Tuesday, February 17, 2015

Bodohnya Orang yang Menyia-nyiakan Pintu Surganya

Orang tua adalah pintu surga paling tengah, begitu kata Dr. Musthafa bin Al 'Adawi dalam memberi judul di salah satu bukunya. 

Imam At Tirmidzi mengeluarkan dalam Sunan-nya dengan sanad hasan dari Abu Darda bahwa seorang pria mendatanginya, lantas mengadu, "Sesungguhnya aku mempunyai istri, sedangkan ibuku memerintahkanku untuk menalakya!" Abu Darda berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah Shollallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Terserah maumu, apakah menyia-nyiakan pintu itu ataukah memeliharanya."

Kemudian ada satu hadits yang menunjukan besarnya hak bapak, yakni apa yang dikeluarkan oleh muslim dari abu Hurairah Radhiallahuanhu yang berkata, Rasulullah Shollallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : "Seorang anak tidak akan bisa membalas budi orang tuanya, kecuali bila ia mendapati orang tuanya menjadi budak, lantas ia membeli dan memerdekakannya."

Maksudnya sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi Rahimahullah, "Ia tidak akan bisa membalas budinya secara sepadan dengan cara berbuat baik dan menunaikan hak orang tuanya itu, kecuali dengan memerdekakannya."

Dengan demikian, masihkah kita akan berbuat kasar terhadap mereka dimana berbakti dan menunaikan hak-haknya saja tidak akan mampu membalas budi. Haruskah kita tunggu sampai ibu bapak kita menjadi budak lalu kita merdekakan mereka.? tidak.

Bahkan beliau menasihati kepada para wali perempuan dalam mempertimbangkan calon suami bagi anak perempuannya, dimana salah satunya ialah si anak harus benar-benar memperhatikan apakah silaki-laki yang akan melamarnya merupakan laki-laki yang berbakti kepada orang tuanya atau tidak. Jika tidak, maka sang ayah harus berpikir panjang, bahkan bisa saja menyarankan untuk tidak melanjutkan prosesnya. tentu sang ayah khawatir dengan putrinya, bagaimana silaki-laki akan berperilaku baik kepada istrinya ketika ia tidak berperilaku baik kepada ibu bapaknya.

Mari kita berusaha sebaik mungkin berbakti kepada mereka, selagi mereka masih hidup, pun ketika salah satu atau keduanya telah tiada. Semoga Allah memudahkan kita untuk melakukannya. Dan perlu kita sadari bahwasannya dengan kita berbakti kepada ibu bapak kita, maka secara tidak langsung kita mengajarkan anak-anak kita bagaimana cara berbakti kepada kita (sebagai orang tua) tanpa perlu memberikan intruksi kepada mereka, karena anak lebih menangkap apa yang ia lihat daripada apa yang ia dengar. Allahu A'lam

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bodohnya Orang yang Menyia-nyiakan Pintu Surganya

0 comments:

Post a Comment