Tuesday, February 17, 2015

11 Akibat jika kamu Kurang menyadari Hikmah Pernikahan (Part 1)


Banyak orang yang tidak menyadari hikmah pernikahan dan buah-buahnya yang beraneka ragam. Seandainya seseorang diantara kita ditanya tetnang alasan yang mendorong kita menikah, pastilah diantara kita melontarkan jawaban yangmengindikasikan bahwa kita kurang sadar akan hikmah-hikmah tersebut.

Mungkin ada orang yang menikah hanya demi kenikmatan semata. Ada pula yang menikah hanya demi menyenangkan orang tuanya yang terus-menerus mendesaknya untuk menikah. Ada juga yang menikah agar tidak diremehkan oleh teman-temannya. hehe

Jadi, sudah seharusnya menyadari hikmah-hikmah pernikahan. Kalau tidak, maka akibat berikut siap-siap anda tanggung. kami akan menampilkan 11 akibat jika kita kurang menyadari hikmah pernikahan.



1. Tidak berkesempatan mendapat pahala, 

Nabi Shollallahu 'alayhi wa Sallam bersabda, "Hubungan suami istri yang kalian lakukan pun mengandung sedekah."

Banyak ulama menegaskan bahwa bersibuk-sibuk dalam pernikahan lebih afdal daripada melakukan ibadah-ibadah sunnah. Karena pernikahan mengandung banyak kemaslahatan.



2. Kesucian kurang terjaga

Apabila anda berpandangan bahwa ada keutamaan yang bernama "Kesucian diri", pernikahan merupakan salah satu sarana terbesar untuk meraihnya. Pernikahan adalah salah satu keutamaan. Seringkali sarana dinilai sebagai tujuan dalam pandangan Sang Pemilik syari'at dan kebiasaan masyarakat setempat. jadi masih ragu, kalau ragu, anda perlu datang ke dokter.





3. Keturunan menjadi terhenti


Apabila kamu memperhatikan bahwa kebijakan Allah menuntut lestarinya keturunan untuk menegakkan syariat, memakmurkan alam semesta, membuat perbaikan di bumi, dan keturunan yang shalih hanya bisa lestari melalui pernikahan, pastilah anda melihat bagaimana pernikahan menjadi sarana untuk mewujudkan hal-hal besar yang Allah sukai untuk terjadi, dan Dia pun membuat manusia menyukainya agar dilakukan. jadi bagaimana anda akan menikah jika hal hal yang tersebut diatas anda tidak memahaminya, oleh karena itu rugi jika kita tidak paham akan hal ini. Mari kita sama-sama belajar.




4. Mendholimi kaum HAWA

Coba Anda perhatikan perempuan beserta kelemahan dan ketidaksanggupan mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan berat, tentulah anda berpendapat mereka tidak bisa hidup nyaman jika harus menyediakan sarana serta prasarana sendirian.


Sementara pernikahan menghubungkan antara kelemahan mereka dengan suatu kekuatan, dan menyodorkan porsi besar kebahagiaan kepada mereka. Ketika Anda berpikiran enggan menikah dan tidak menyadari hikmahnya, maka anda termasuk orang yang mendholimi para wanita itu.


Apakah anda belum tau bahwa ucapan terimakasih paling indah adalah ucapan terimakasih dari seorang istri kepada suami atas usaha menafkahi sang istri.



5. Tidak merasakan ketentraman dan kasih sayang

Bukankah pernikahan itu membuat laki-laki memperoleh pasangan untuk melabuhkan cintanya, sekaligus membuat rumahnya terurus oleh pasangannya? bagaimana dengan anda?



Pasangan yang mengemban cinta tulusnya itu serta mengurus rumahnya tanpa pamrih dan tanpa menunda-nunda itu tidak lain tidak bukan pastilah karena ikatan pernikahan. hal ini tidak akan anda dapatkan meskipun anda menyewa pembantu. Karena memang pembantu tidak bekerja dengan cuma-cuma, dan tentu saja mereka tidak mengerjakannya dengan penuh cinta. Jadi, anda pilih pembantu atau pasangan anda?



6. Tidak memperoleh kebahagiaan sebagaimana mereka (pasangan) yang mempunyai anak

Pernikahan membuat pasangan suami sitri memiliki anak yang jika dididik dengan baik, pasti menjadi penyedap mata dalam hidup mereka sekaligus buah bibir yang baik sepeninggal mereka. sedangkan ketika kita belum menyadari hikmah ini, bagaimana kita akan menyaingi mereka dalam hal ini?

Siapalah yang mengingkari bahwa anak shalih dan berbudi merupakan salah satu nikmat terbesar dalam hidup dan juga setelah mati? tentu tidak ada. Selama hidup, naluri kebapakan dan keibuan akan tersalurkan; orang tua merasa senang ketika melihat keshalihan anaknya, juga ketika merasakan manfaat atas bantuannya. Setelah mati, orang tua merasa senang ketika ia dido'akan anaknya yang shalih; mendapat pahala karena telah mendidiknya dengan baik. hal ini mana mungkin akan diperoleh oleh orang yang tidak memahami hikmah.


udah mau pulang, penulis cukupkan dulu ya, nanti malem saya sambung lagi, insya Allah..

itu tadi adalah beberapa akibatnya., oleh karena itu, yang masih muda #ayonikahmuda, yang sudah berumur, ayo segera nikah, yang sudah nikah, ayo perbaiki niat. Wallahu a'lam bishowaf.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : 11 Akibat jika kamu Kurang menyadari Hikmah Pernikahan (Part 1)

0 comments:

Post a Comment